Menulis Buku Harian

Menulis buku harian merupakan hal yang biasa bagi kita bukan?   Bersyukurlah bagi teman-teman yang terbiasa menulis buku harian. Mengapa ?  Menulis buku harian itu banyak sekali manfaatnya. Selain ajang latihan menulis, juga dapat membantu kita mengingat sebuah peristiwa, menjadi sebuah kenangan yang terlupakan dan kelak bisa juga membantu kita untuk membuat sebuah biografi.

Teman-teman tahu nggak sih kalau menulis buku harian itu ada dalam kurikulum pelajaran Bahasa Indonesia SMP ? Masih ingat? Nah kalau lupa saya ingatkan ya.

Pelajaran Menulis Buku Harian ada dalam Pelajaran Bahasa Indonesia kelas VII Semester 1 dengan Kompetensi Dasar: Menulis buku harian atau pengalaman pribadi dengan memperhatikan cara pengungkapan dan bahasa yang baik dan benar.

Nah, kali ini saya akan membagikan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) saat saya mengajar tentang materi ini. Namun sebelum itu kita juga harus tahu Indikator pembelajarannya, yaitu siswa  :
·   Mampu menulis pokok-pokok  pengalaman pribadi yang terjadi dalam suatu hari!
·  Mampu secara rutin menulis kan pengalaman dalam buku harian dengan bahasa yang ekspresif! 

Setelah kita mengetahui indikatornya, maka kita harus membuat tujuan pembelajaran. Dari Indikator di atas, dapat kita turunkan tujuan pembelajaran menjadi : 
1. Dengan media " potongan kalimat", siswa dapat mengetahui struktur penulisan buku harian dengan tepat
2.  Dengan model pembelajaran Problem Based Learning siswa dapat menulis pokok-pokok pengalaman yang terjadi dalam suatu hari ke dalam buku harian 
3. Melalui tugas yang diberikan, siswa dapat menuliska pengalaman dalam buku harian dengan bahasa yang ekspresif

Setelah kita mengetahui tujuan pembelajaran, kita membuat media pembelajaran dan merancang kegiatan pembelajaran di dalam kelas. Adapun rancangan kegiatan pembelajaran yang saya buat ketika pelajaran in adalah :

Apersepsi : 
Memberikan pertanyaan kepada siswa apakah sudah memiliki  dan senang menulis buku harian?
Menceritakan kisah-kisah penulis  (tokoh) yang sudah berhasil dengan buku harian mereka, serta manfaat menulis buku harian. Kita bisa mengambil contoh kisah Anne Frank, atau Asma Nadia, Bisa juga menceritakan kisah Presiden ke-3 Indonesia, Bapak BJ. Habibie dengan buku "Ainun Habibie".
Dari hal-hal tersebut kita juga bisa memotivasi siswa tentang pentingnya dan "Apa Manfaat"  menulis buku harian.

Eksplorasi
Saat kegiatan eksplorasi, saya memberikan tantangan kepada siswa untuk menyusun potongan -potongan kalimat untuk disusun menjadi sebuah catatan buku harian. Kegiatan ini dilakukan secara berkelompok. (Jadi, sebelum memulai kegiatan ini, guru mengelompokkan siswa dengan jumlah 4-5 orang dalam satu kelompok)

Setelah semua kelompok siswa selesai, maka masing-masing kelompok diminta untuk membacakan hasil kerjanya. Jika susunan buku harian yang dikerjakan siswa benar, guru memberkan apresisiasi dengan tepuk hebat. Jika susunan yang dibuat masih ada kekeliruan, guru memperbaiki,   mengomentari sekaligus membahas dan menjelaskan  teori menulis buku harian.

Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, siswa diminta untuk latihan menulis buku harian. Guru bisa membimbing dengan memberikan tema yang sederhana. Misalnya kejadian  berkesan yang dialami siswa minggu ini. 

Konfirmasi
Pada bagian ini, siswa diminta untuk membacakan hasil menulis buku harian di depan kelas.  Pada bagian ini, seringkali siswa malu atau tidak mau membacakan hasil karya nya. Guru harus pandai-pandai dan memiliki trik sendiri agar siswa mau untuk melakukan hal tersebut.
Terakhir, jangan lupa lakukan evaluasi / Penilaian terhadap siswa baik saat proses pembelajaran maupun setelah tugas mereka selesai dilakukan.

  
Previous
Next Post »