Quotes untuk Guru

Sebenarnya salah satu alasan saya memberi nama blog ini adalah ingin berbagi tentang hal-hal yang berbau pendidikan, baik itu tentang pembelajaran, guru, dan hal yang terkait dengan itu. Namun, terkadang saya juga menuliskan hal-hal yang tdak ada hubunganya dengan hal tersebut. Seperti pekan-pekan kemarin. Saya menuliskan apa saja yang ingin saya tulis. tidak konsisten yak? Tak apalah. yang penting menulis dulu...

Nah, karena sudah lama tak menulis tentang pendidikan, kali ini saya ingin menulis tentang itu. Khusunya beberapa Quote yang saya dapatkan saat mnegikuti Kuliah umum kemarin.

1. Guru boleh sakit, tapi kelas tidak boleh sakit  - Edi-
    Quote tersebut di sampaikan oleh Pak Edi, seorang pengawas Sekolah menengah di lingkup Dikpora KLU. Maksud Quote tersebut kurang lebih begini, walaupun seorang guru bisa sakit, tetapi kelas-kelasnya tidak sakit. Guru harus bisa menciptakan kelas yang sehat buat peserta didik. Jadi, walaupun seandainya suatu saat guru tersebut tidak bisa masuk kelas (mengajar), kondisi dalam kelasnya tetap sehat. Pelajaran bisa berlangsung dengan baik. Bagaimana caranya? Yuk, jadi guru yang terus belajar dan bisa menciptakan kelas yang sehat.


2. Sungguh-sungguh atau tidak seorang guru dalam mengajar, biaya yang dikeluarkan sama. Tetap hasilnya beda. maka bersungguh-sungguhnya Anda dalam mengajar. -Edi-
   Quote kedua dari Pak Edi di atas maksudnya jelas sekali. Bersungguh-sungguh atau tidak seorang guru dalam mengajar, maka biaya yang dikeluarkn sama, Namun hasilnya berbeda. Biaya yang dimaksudkan disini adalah semua biaya yang dikeluarkan. Entah itu sabun mandi untuk guru mandi tipa hari ataukah biaya gaji guru dan besarnya pengaluaran yang lainnya. Coba bayangkan, mau sungguh-sungguh atau tidak saat mengajar, tetap saja sabun mandi yang dihabiskan saat mandi sebelum berangkat sekolah adalah sama (contoh kecil). Tetapi hasilnya akan berbeda. Sepakat Kawan?

3. Jangan lupa Brwudhu sebelum mengajar -Tgh. Abdul Karim-
         Jagalah wudhu saat mengajar, atau berwudhu-lah sebelum mengajar, alasan beliau adalah agar keberkahan ilmu yang disampaikan berkah. Jangan sampai ilmu yang disampaiakan guru itu hanya sampai leher siswa, hanya gara-gara tidak wudhu. Contoh kecil, misal guru baru saja selesai dari hajat di kamar mandi, jangan lupa berwudhu dulu sebelum masuk kelas kembali untuk menjaga kesucian diri. Agar ilmu yang disanmpaikan juga lebih berkah. Entah itu ilmu umum atau PAI. 

4. Tranformasi  nilai hanya bisa dilakukan dengan keteladanan -Tgh. Abdul Karim-
   Keteladanan seorang guru menjadi kunci dari sebuah perubahan yang diharapkan. Jika ingin mengajarkan hal baik, tentu hal baik tersebut harus dilakukan pula oleh sang guru, sehingga bisa ditiru oleh para siswanya.

Nah, itulah beberapa quote yang saya dapat share di sini. Sebenarnya masih ada lagi, hanya saja saya harus kembali mengerjakan hal lain. lain waktu kalu ada kesempatan, bisa di lanjutkan lagi.

#Odop
#Februari membara6

Previous
Next Post »

1 komentar:

Write komentar